Breaking

Friday, June 5, 2020

June 05, 2020

Inilah Jawaban Warga NU ketika di Hujat Masalah Qunut Subuh

Ilustrasi by Faiz Shihab


Perbedaan pendapat merupakan sebuah rahmat, begitu yang diyakini kalangan Ahlus Sunnah Waljama’ah An-Nahdliyah. Sehingga kaum nahdliyin sudah terbiasa dan memang harus terbiasa dengan perbedaan pendapat. Seperti halnya dalam menjalankan amalaiyah furu’ kita pernah menyaksikan beberapa silang pendapat dikalangan ulama.

Meskipun demikian, kadang kala ada yang usil saja terhadap aktifitas keagamaan yang kita lakukan. Salah satu bagian dari amaliyah yang paling sering menjadi objek keusilan tersebut adalah qunut subuh. Argumen yang sering menjadi alat penyerangannya adalah hadits yang datang dari Anan bin Malik R.A
عَنْ أًنَس: أًنّ رَسُولَ الله قَنَتَ شَهْرًا، يَدْعُو عَلى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ العَرَبِ، ثُمَّ تَرَكَهُ
“dari Anas bin Malik r.a : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mengerjakan qunut selama satu bulan, beliau mendo’akan keburukan untuk sekelompok orang dari bangsa Arab, kemudian meninggalkannya.

Hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’I dan Ibnu Majah ini oleh sekelompok orang kerap kali dijadikan hujatan untuk qunut subuh yang biasa dilakukan warga nahdliyin. Mereka beranggapan bahwa hadits ini adalah isyarah terhadap pengerjaan qunut yang dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu. Padahal kaum sebetulnya ada dalil lain yang menjadi landasan salah satunya khabar dari Anas bin Malik pula

عن محمد، قل : سُئِلَ أَنَسُ : أَقَنَتَ النَبِي فِي صُبْحِ؟ قل : نَعَم. فَقِيْلَ : أَوَقَنَتَ قَبْلَ الرُكُوْعِ؟ قال: قَنَتَ بَعْدَ رُكُوْعِ يَسِيْرًا
Dari Muhammad, ia berkata: “Anas pernah ditanya orang: ‘Apakah Nabi mengerjakan qunut di waktu sholat Subuh?’ Ia menjawab: ‘Benar’. Lalu ditanya lagi: ‘apakah beliau qunut sebelum ruku’? Ia menjawab : ‘Beliau qunut sesudah ruku’ sebentar”

Khabar ini dimuat dalam Shahih Bukhari jilid I Hal. 302 No. 1001, Muslim Jilid I Hal. 301 No. 677-298, Abu Daud Jilid I Hal. 338 No. 1444, Nasa’i Jilid II Hal. 215 No 1067, Ibnu Majah Jilid I Hal. 372 No. 1184 dan Baihaqi Jilid II Hal. 424 No. 3124

Dalam hadits lain disebutkan:
عَن أنَس بْنِ مَالِك، قل : مَا زَالَ رَسُولُ الله يَقْنُتُ فِي الفَجْرِ حَتَى فَارَقَ الدُنْيَا
“Dari Anas bin Malik r.a ia berkata: ‘Senantiasa Rasulullah SAW mengerjakan qunut di waktu Subuh, hingga beliau meninggal dunia (wafat)

Hadits ini dimuat dalam Musnad Ahmad Jilid X Hal. 525 No. 12594.

hujatan selanjutnya yang biasanya diajukan adalah siapakah orang dari salafuna shalih yang mengerjakan qunut. jawabanya adalah sahabat Nabi yang empat mengerjakan qunut di waktu subuh. Hal tersebut tertera dalam Sunan Al-Kubra: Al-Baihaqi Jilid II Hal. 419 No. 3108

عن العوام بن حمزة، قل : سألت أبا عثمان عن القنوت في الصبح، قل : بعد الركوع . قلت : عمن ؟ قل: عن أبي بكر وعمر وعثمان
Dari Al-Awwam bin Hamzah, ia berkata : "Aku bertanya ke Abu Utsman r.a tentang qunut di waktu shubuh, ia menjawab : "Sesudah ruku'". Aku bertanya lagi : " dari siapa?". Ia menjawab: "dari Abu Bakar, Umar dan Utsman r.a

Dalam Sunan Al-Kubra: Al-Baihaqi Jilid II Hal. 421 No. 3115 Sayidina Ali r.a selalu mengerjakan qunut subuh. Hadits ini Shahih lagi masyhur.
 




Wednesday, June 3, 2020

June 03, 2020

Jelang New Normal, PMII Bagikan Masker kepada Masyarakat

Anggota PMII yang membagikan masker kepada pengguna jalan


Kabupaten Garut seperti dilansir berbagai media sedang mengalami penundaan terkait pengajuan pemberlakuan Adaptasi Kebiasaaan Baru (AKB) atau dalam istilah lain disebut New Normal terkait penangan Covid-19. Namun, persiapan dan sosialisasi terhadap hal tersebut terus dilakukan.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Garut dalam rangka menyambut positif Adaptasi Kebiasaan Baru tersebut menggelar aksi turun ke jalan membagikan masker kepada pengguna jalan dan melakukan sosialisasi akan pentingnya penggunaan masker ketika beraktifitas di luar rumah. Rabu siang (03/06/2020).

Kegitan yang dilakukan di perempatan Simpang Patriot Tarogong melibatkan puluhan kader dan anggota PC. PMII Kabupaten Garut. Sebanyak total 1100 masker yang didistribusikan kepada para pengguna jalan yang melintas di seputaran simpang tersebut.

Ipan Nuralam selaku Ketua PC. PMII Garut yang berhasil kami hubungi selepas acara  menyampaikan kegiatan tersebut sebagai upaya menyambut dengan positif pemberlakuan Adaptasi Kebiasaaan Baru (AKB) atau new normal.

“masih banyak masayarakat yang bingung mengenai pemberlakuan hal ini, apalagi terkait pentingnya penggunaan masker ketika beraktifitas diluar rumah” tutur Ipan

Ipan menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19.

“mahasiswa masih punya tenaga dan mampu berkontribusi dalam pencegahan covid 19, selain itu pemerintah juga harus percaya pada mahasiswa jangan hanya melibatkan kaum tua saja dalam penanganan keadaan ini” Tutup Ipan

Disamping itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya menegaskan kembali kehadiran mahasiswa di tengah-tangah masyarakat, yang mana pada masa pandemi dengan berhentinya perkuliahan seaakan sepi dari aktifitas. Terlihat antusiasme dari para mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Garut yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. (Jean Ibrahim)

Saturday, May 30, 2020

May 30, 2020

IPNU-IPPNU Karpaw Perkenalkan Tradisi dan Amaliyah Aswaja melalui Ziarah Kubur



Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama Kecamatan Karangpawitan dalam rangka mengisi kegiatan idul fitri menggelar acara Ziarah Kubur ke Makam Syaikh Jafar Shadiq Cibiuk hari Jum’at (29/05/2020).

Menurut Yusup Abdul Fatah selaku koordinator pelaksana mengatakan kegiatan ini berlangsung sebagai upaya pelajar NU menjaga tradisi ke-NU-an dan upaya praktek dari amaliyah Aswaja An-Nahdliyah Nahdlatul Ulama.

“ sebagai generasi muda yang menjadi bagia dari NU sudah sepatutunya kita melesatrikan nilai-nilai dan tradisi serta semua amaliyah yang ada di NU itu sendiri, salah satunya yang kita laksanakan sekarang yaitu zarah kubur” tutur Yusup

Selain dari pada itu, Yusup menambahkan dipilihnya makam Syaikh Jafar Shadiq Cibiuk sebagai tempat ziarah adalah memupuk kecintaan generasi kepada para Guru dan membangkitkan kecintaan terhadap jasa , jerih payah dan hasil perjuangan para waliyulloh.

“sebagai salah satu guru kita semua serta sosok yang berjasa besar dalam menyebarkan ajaran islam Ahlussunnah Waljama’ah sudah sepatutnya kita bertabaruk dengan cara mendo’akan, selain dari pada itu kita mengenang jasa-jasa besar yang telah ditinggalkan kepada kita untuk dikenang dan dijadikan tauladan bagi kita semua” Tutup Yusup

Kegiatan yang melibatkan sebanyak dua puluh anggota dan kader IPNU-IPPNU Karangpawitan ini berlangsung khidmat dan cukup meninggalkan kesan khususnya untuk para peserta.

Salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut Melinda anggota IPPNU Karangpawitan menyampaikan kesan yang mendalam terhadap kegiatan tersebut serta menyarankan agar kegiatan ini dilangsungkan secara kontinyu.

“begitu mengesankan dan sepertinya kegiatan ini harus di ulang kembali, betapa ketika berada di hadapan auliya illah serasa kita itu tidak ada apa apanya dibandingkan dengan perjuangan penyebaran islam di jaman dulu” Ujar Melinda

Monday, May 25, 2020

May 25, 2020

IPNU-IPPNU Desa Situsaeur Bantu Pelaksanaan Shalat Id agar Sesuai Protokol Kesehatan


Pelaksanaan kegiatan Sholat Idul Fitri di Mesjid Jami Al- Madinatul Munawwaroh Desa Situsaeur Kecamatan Karangpawitan berangsung dengan tertib dan memeperhatikan penerapan prosedur kesehatan yang di tetapkan, Minggu (24/05/20).

Sejumlah jama’ah yang datang menjalani pemeriksaaan suhu tubuh dan menggunakan handsanitizer sebelumnya mesjid tersebut sudah dilakukan penyemprotan desinfektan oleh petugas yang dari aparatur desa Situsaeur. 

Selain itu, Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Situsaeur sebagai salah satu unsur yang bekerja sama untuk mensukseskan kegiatan tersebut membagikan masker kepada setiap jamaah yang bertujuan agar masyarakat, khususunya para jama'ah mengikuti protokol peraturan yang ditetapkan pemerintah sehubungan dengan pandemi Covid-19.

Koordinator pelaksana pembagian masker Salman Bahaudin menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang abai terhadap protokol kesahatan ketika menjalankan kegiatan shalat id.

“kami berupaya menyadarkan jamaah untuk mengikuti protokol peraturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid 19” tutur Salman

Sementara itu ditemui di tempat yang sama Ketua PR. IPPNU Situsaeur Sopi Sri Yuliani berharap kegiatan ini nantinya menjadi tolok ukur untuk melakukan kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.

“jelas sebagai IPNU-IPPNU tugas untuk belajar bermasyarakat dan bersama-sama membangun di dalamnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Selaku anak muda memulai saatnya berlajar untuk menjadi bagian itu semua” tutup Sopi

Sejumlah jamaah merasa terbantu dengan adanya pembagian masker tersebut sebagian dari mereka malah meminta masker berlogo Nahdlatul ulama. (Yuni/Jean Ibrahim)

Saturday, May 23, 2020

May 23, 2020

IPNU-IPPNU Tarkal Ajak Masyarakat untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Mengahdapi Wabah

Kegiatan berbagi takjil dan Masker PAC IPNU-IPPNU Tarogong Kaler
Photo Bersama Pihak Kepolisian


PAC. IPNU-IPPNU Tarogong Kaler bekerjasama dengan Kapolsek Tarogong Kaler mengadakan pembagian masker dan takjil kepada masyarakat serta penggunaan jalan.

Kegiatan tersebut diadakan di kawasan daerah alun-alun Tarogong pada hari Sabtu (23/05/20), dimulai dari waktu sore hari sampai menjelang adzan maghrib.

Sejumlah pengurus dan anggota PAC. IPNU-IPPNU Tarogong Kaler antusias untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bekerja sama dengan pihak kepolisian tersebut.  

Menurut Sandi Prayoga selaku koordinator pelaksana kegitan ini dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

“masih banyak masyarakat yang masih belum memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah. Kami juga membagikan takjil sebagai cara kami menyambut idul fitri dengan berbagi” Ucap Sandi

Sementara itu Restu Khoirul Anam Selaku Ketua PAC. IPNU Tarkal didampingi oleh Ketua PAC. IPPNU Tarkal Hafsah Safitri menyampaikan harapan dilangsungkannya kegiatan semoga bisa membawa perubahan terhadap pola kehidupan ditengah pandemi.

“semoga kegiatan ini bisa membawa perubahan terhadap masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan sosial dalam menangani penyebaran wabah. Kita tahu Bersama-kan banyak masyarakat yang terlalu abai terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, kalau dibiarkan nantinya bisa repot semua orang” Tutup Anam

Kegiatan ini juga merupakan agenda penutup dari serangkaian kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan sekaligus salah satu program bakti untuk negeri yang ada dalam kalender kegiatan organisasi.

May 23, 2020

IPNU-IPPNU Kecamatan Leuwigoong Turun ke Jalan Jelang Takbiran

Turun Ke Jalan Jelang Takbiran
Photo: Pengurus PAC. IPNU-IPPNU Leuwigoong bagi-bagi masker di jalan


Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikat Pelajar Puteri Kacamatan Lewigoong mengisi kegiatan menyambut malam takbir dengan melakukan aksi sosial membagikan masker untuk para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.Kegiatan tersebut dilangsungkan diseputaran Jalan Lintas Leuwigoong pada hari Sabtu petang (23/05/2020).

Muhamad Imam Nahrawi selaku Koordinator pelaksana memaparkan alasan utama kegiatan ini adalah agar para pengguna jalan dan masyarakat sekitar Supaya lebih tertib dan lebih waspada atas kondisi yang sedang di alami.

“kami berusaha mengingatkan Kembali Untuk selalu waspada pada setiap keadaan dan Untuk mengingatkan kembali tentang diperlukannya memakai masker ketika menjalankan aktifitas di luar rumah” Jelas Imam

Sasaran kegiatan tersebut adalah masyarakat yang melintas di jalan dengan tidak menggunakan masker sekaligus juga mengedukasi masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan masyarakat.

Imam yang didampingi oleh para pengurus PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Leuwigoong menambahkan harus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri di tengah pandemi.

“ditengah wabah pandemi ini sangat penting buat kita melaksanakan apa yang ditetapkan pemerintah, itu semua untuk kebaikan kita semua kalau salah satu diantara kita tertular kan yang repot bukan hanya dia tapi juga orang-orang disekitar. Ini juga para pengendara yang tidak menggunakan masker kalau bisa pihak yang berwenang berhentikan saja dan suruh pulang nantinya” tutup Imam.

Terlihat para pengguna jalan merasa terbantu dengan kegiatan yang dilaksanakan karena sifat dari kegiatan ini mengedukasi masyarakat untuk berhati-hati dan waspada ketika melaksanakan kegiatan di luar rumah dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan.(Arif Bahaudin)

Friday, May 22, 2020

May 22, 2020

Idul Fitri di Tengah Pandemi: Dahulukan Mencegah Kemadlaratan

Ilustrasi by Daeng S


Dalam rangka menyambut idul fitri di tengah situasi pandemi, terjadi sebuah kebingungan di tengah masyarakat mengenai keutamaan shalat 'id dan silaturahmi.

Menurut Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut KH. Aceng Mimar Hidayatullah hal yang harus menjadi catatan tidak ada sambungan keutamaan antara shalat ‘id dan puasa Ramadhan. Ketika tidak dilaksanakan juga tidak mengurangi kesempurnaan puasa, berbeda hal nya dengan zakat fitrah. Hal tersebut disampaikan ketika kami temui di kediamannya Ponpes Hidayatul Faizin Bayongbong, Jum’at (22/05/2020).

“hukumnya sunah shalat ‘id dan tidak ada sangkut pautnya dengan keutamaan puasa. Ketika shalat id kalau ada seseorang yang terkena virus kan itu bisa menyebabkan penularan. Maka yang terganggu kesehatannya tidak perlu melakukan shalat idul fitri” papar KH. Aceng Mimar.

Kyai yang menjadi pengurus DKM Mesjid Agung Garut ini menjelaskan pelaksanaan shalat idul fitri dan bersalaman harus mempertimbangkan keadaan dan berorientasikan kepada kemaslahatan yang harus diutamakan.

“karena tidak ada sangkut pautnya dengan kesempurnaan ibadah puasa maka harus mengedepankan kemaslahatan, seperti kaidah fiqh dar`ul mafasid muqadamun ala jambil mashalih  artinya mencegah kerusakan atau kemadlaratan harus lebih didahulukan daripada mengejar keutamaan. Karena ketika shalat idul fitri adalah sunnah dan keadaan madlarat timbul maka ambilah terlebih dahulu untuk mencegah madlarat. contohnya ketika melaksanakan sholat id kemudian mendatangkan penyebaran virus lebih baik menghindari madlarat tersebut dengan tidak melaksanakan shalat id” jelas KH. Aceng Mimar

Adapun ketika shalat ‘id memang tetap diselenggarakan KH. Aceng Mimar menghimbau kepada seluruh warga nahdliyin khususnya yang berada di jajaran Struktural pengurusan NU Kabupaten Garut agar mematuhi protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah terutama menjaga jarak dan memakai masker dan dilakukan dengan singkat.

“untuk para pemudik yang baru, lansia orang yang sedang sakit atau yang rawan penyakit tidak usah  ikut shalat id, khutbahnya juga tidak perlu lama-lama cukup yang fardhunya saja tidak perlu muraqi, dan yang mesti sekali diingat jangan bersalaman supaya Fardu kalaku sunah kalampah mencegah penularannya dapat dan shalatnya juga dapat” tutup KH. Aceng Mimar

Semoga kita semua segera terbebas dari wabah pandemi ini, agar dapat dapat mengerjakan rutinitas ibadah dan kegiatan seremonial sebagaimana biasa yang sarat dengan kebersamaan sebagai cerminan dari islam nusantara (Muhamad Dadan N)

untuk lebih lengkapnya bisa melihat video dibawah ini